Tenggarong Taman Kanak-kanak (TK) Al-Munawwaroh dan Kelompok Bermain (KB) Rumah Cerdas Kelurahan Bukit Biru kecamatan Tenggarong gelar Pelepasan dan Pentas Seni tahun ajaran 2016-2017. Rabu, (17/05/2017).

Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pendidik dan wali murid serta memberikan kenangan terindah terhadap siswa.

Kepala KB Rumah Cerdas, Muhaymiah melalui wakilnya menuturkan jika setiap tahun selalu mengadakan Pelepasan dan Pentas Seni namun bedanya tahun ini kita menyelenggarakannya bersama-sama. ”Semoga kedepannya kita selalu bisa bekerjasama seperti ini untuk memajukan kemajuan pendidikan anak usia dini karena anak usia dini adalah generasi-generasi kita yang akan meneruskan perjuangan kita nanti,” harapnya.

Ditambahkannya jika siswa yang dilepas berjumlah 77 siswa yang terdiri dari TK Al – Munawwaroh berjumlah 45 siswa dan dari KB Rumah Cerdas 32 siswa. ”kami ucapkan kepada anak-anak kami semoga apa yang dicapai pada saat pembelajaran selama 1 tahun itu akan menjadi bekal untuk mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya,” ucap lagi.

Kepala TK Al-Munawwaroh, Arbiana Sukmawati dalam sambutannya mengungkapkan jika kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan kesan terbaik untuk para siswa, wali murid, dan unsur pendidik yang hadir, ”selamat untuk siswa kita yang sudah menyelesaikan pendidikan pra sekolah dan selamat melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya, semoga kegiatan ini menjadi titik awal ataupun kenangan terindah untuk anak didik kita karena masa keemasan mereka ini akan terbawa sampai tua nanti dan ini menjadi kenangan terindah atau terbaik mereka,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Yayaysan Al-Munawwaroh, Suparno menjelaskan jika usia dini adalah usia emas dimana anak-anak itu masih polos dan perlu penanaman karakter karena pendidikan usia dini sangat pundamental untuk membina dan mendidik karakter yang akan melekat sampai tua dimana usia dini merupakan usia yang suka meniru orang-orang yang ada di lingkungannya.

”saya berpesan kepada wali murid untuk membimbing dan memberikan sesuatu yang terbaik atau berikan mereka pendidikan yang bukan hanya didapat dari TK atau KB saja akan tetapi pembentukan karakter yang diberikan oleh orang tua. Apa yang dilakukan orang tua, akan ditiru oleh mereka,” pesan Suparno.

Suparno juga mengajak orang tua untuk berbicara, bersikap dan bertindak yang bagus karena anak-anak akan meniru pendidikan karakter dalam keluarga dan lingkungannya.

Sementara itu Lurah Bukit Biru lebih menyoroti pada tenaga pendidik di TK dan KB. ”sebagai renungan dan kajian kita bersama bagaimana formasi pengangkatan PNS untuk guru TK dan KB bisa ada setiap tahunnya dan lebih memperbanyak TK Negeri di setiap kecamatan karena guru TK dan KB ini memiliki andil dalam peningkatan intelektual dimasyarakat. Semoga ini bisa sampai ke pemerintah daerah dan mendapatkan sedikit perubahan untuk pendidikan dipaling dasar ini,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Kutai Kartanegara melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD dan PNFI, Lucy Yulidasary, mengungkapkan jika anak yang sudah berusia 7 tahun wajib diterima di Sekolah Dasar sedangkan usia dibawah 7 tahun bisa diterima dengan menunjukkan surat keteranga dari psikolog profesional. ”di PAUD ini anak-anak tidak diwajibkan untuk bisa Baca, tulis dan berhitung, mereka hanya diperkenalkan bentuk huruf, angka namun jika sudah bisa Baca, tulis dan berhitung artinya anak itu memiliki potensi lebih. Sementara untuk anak yang masuk kategori cerdas istimewa kemudian diperkuat dengan hasil pemeriksaan dari psikologmaka dia bisa diterima di SD,” ungkapnya.

Menanggapi permasalahan tenaga pendidik, Lucy Yulidasary menuturkan jika di Kutai Kartanegara sudah ada 12 TK Negeri dan khusus di kecamatan Tenggarong terdapat 5 TK Negeri dan sisanya tersebar di sejumlah kecamatan lainnya. ”TK Negeri ini dibentuk untuk mengakomodir guru-guru TK yang berstatus Pegawai Negeri dan untuk TK Negeri di kecamatan Samboja saat ini sedang dalam proses penugasan gurunya yang berstatus PNS untuk menjadi kepala sekolah karena TKnya masih dalam proses pengalihan dari swasta menjadi negeri.

Acara tersebut juga dihadiri lurah Bukit Biru, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD dan PNFI, Penilik dan Pengawas PAUD kecamatan Tenggarong, Ketua Yayasan Al-Munawwaroh dan Yayasan Safirah Kutai Kartanegara, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kutai Kartanegara.

Editor : Rolli Maulana

Komentar

Komentar